Powered By Blogger
Home » » ROH KUDUS ROH KETERBUKAAN (Kis 2:1-21)

ROH KUDUS ROH KETERBUKAAN (Kis 2:1-21)

Di tulis Oleh sr daniel budiman pada Rabu, Juni 03, 2009 | 6/03/2009 10:28:00 AM

Peristiwa Pentakosta identik dengan peristiwa tercurahnya Roh Kudus, yang menyebabkan nelayana-nelayan sederhana dari Galilea itu melakukan sesuatu yang tak pernah dibayangkan sebelumnya, bahkan oleh mereka sendiri. Bukan hanya membuat mereka berani bersaksi di hadapan orang banyak, seperti halnya kotbah Petrus; tetapi juga mereka berbicara dalam bahasa-bahasa lain. Inilah yang kadang dipahami sebagai fenomena bahasa Roh, yaitu bahasa yang lain dari biasanya. Artinya, ketika seseorang dikuasai oleh Roh Kudus, tandanya adalah ia mampu berbicara dalam bahasa lain. Namun bahasa seperti apakah itu ? Benarkah bahasa Roh adalah bahasa yang lain dari yang lain ?

Ketika kita menelusuri lebih jauh fenomena Pentakosta ini, tampaklah di sana bahwa bahasa yang mereka ucapkan setelah Roh Kudus menguasai mereka bukanlah bahasa yang lain dari pada yang lain, melankan justeru bahasa yang mereka kenal, yaitu bahasa manusia. Yang terjadi pada Pentakosta itu adalah mereka mengucapkan bahasa yang dipakai oleh orang banyak yang hadir di situ yang berasal dari berbagai bangsa; ada yang Mesir, Arab, Libya, dll. Sudah barang tentu mereka tidak mengerti bahasa Aram, bahasa yang dipergunakan oleh nelayan-nelayan Galilea itu. Hambatan komunikasi terjadi karena faktor bahasa. Jika demikian bagaimana para nelayan itu akan dan bisa bersaksi ? Tentulah sia-sia jika apa yang mereka beritakan tidak dipahami oleh yang mendengar, bukan ? Tuhan tahu apa yang perlu. Maka Roh Kudus tercurah atas mereka, dan karya Roh Kudus yang utama adalah hambatan (kendala bahasa) itu harus dirobohkan. Maka mulailah para nelayan Galilea itu berbicara dengan lancar, tentulah karena mereka berbicara dalam bahasa ibu mereka (Aram). Tetapi bagaimana dengan yang mendengar ? Mereka mendengarnya dalam bahasa mereka sendiri. Yang berbahasa Arab, mendengarnya dalam bahasa Arab, yang dari daerah lain juga mendengarnya dalam bahasa mereka sendiri juga. Dengan demikian kesaksian para nelayan itu tidak sia-sia, karena yang Roh Kudus telah bekerja layaknya seorang penerjemah. Roh Kudus telah membuka ruang bagi segala bangsa, budaya dan bahasa untuk berjumpa dalam sebuah panggilan bersama; yaitu bersaksi tentang apa yang telah Tuhan lakukan bagi manusia. Bersaksi tentang kasih Allah yang universal dan melampaui segala dinding pembatasa buatan manusia, yang telah membuat manusia terkotak-kotak sedemikian rupa atas nama suku, bahasa, budaya, ideologi, bahkan agama.

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda Untuk Memperbaiki Kualitas Blog ini. Terimakasih. Tuhan memberkati.

Bacaan Untuk Parenting Guide

post populer

Comment

 
Support : veodera | veodera | veodera
Copyright © 2013. danielbudiman - All Rights Reserved
Created by Creating Website Published by Template
Proudly powered by Blogger