Follow the Moskwa, down to Gorky Park,
listen to the wind of change
Baris lagu di atas adalah penggalan lagu Scorpion yang pernah menjadi hits dan merajai tangga lagu di banyak negara. Lagu itu bercerita tentang tumbangnya rezim Komunis di Uni Sovyet di bawah pemerintahan Mikhail Gorbachev dengan semboyan Glasnost dan Peresteroika-nya. Pastilah tidak ada yang pernah membayangkan sebelumnya bahwa negara sebesar Uni Sovyet bisa tumbang. Tetapi apa yang tidak mungkin, itulah yang terjadi bukan ? Inilah kehidupan. Mengapa demikian ?
Tumbangnya Uni Sovyet terjadi karena kebutuhan akan sebuah keterbukaan. Dunia membutuhkan keterbukaan sebagai ganti ketertutupan, yang membuat manusia saling mencurigai. Purbasangka dan syak wasangka, itulah yang akan menghiasi kehidupan yang serba tertutup. Kondisi seperti ini menempatkan manusia menjadi begitu individualis.
Itulah sebabnya, Tuhan Yesus berkata kepada orang yang sakit tuli itu: “Epphata ! Terbukalah”, karena Dia tahu apa yang membuat manusia gagal menjadi sesama bagi orang lain adalah ketika telinga manusia tertutup untuk menangkap apa yang terjadi di sekelilingnya. Benarlah seperti apa yang dikatakan oleh Paul Simon dan Art Garfunkel dalam lagu Sound of Silence, People Hearing without Listening. Hati Yesus terbuka terhadap kebutuhan orang itu. Dan Ia ingin berjumpa secara pribadi dengan orang itu. Ia ingin masuk ke dalam kehidupan orang itu, maka ia pun memisahkan orang ini dari yang lain.
Jikalau saat ini, hati kita tertutup terhadap sesama kita, biarlah Tuhan Yesus menyapa kita: “Epphata ! Terbukalah”. Biarkanlah Tuhan Yesus masuk ke dalam hidup pribadi kita. BIarkanlah Ia memisahkan kita dari segala sesuatu yang telah membuat telinga kita tertutup. Ia menguduskan kita untuk menjadi saksiNya.
Technorati Tags: Epphata,Terbukalah,Wind of Change,Sound,of,Silence,Paul,Simon,Art,Garfunkel,Sound of Silence,Scorpion,efata,markus



0 komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda Untuk Memperbaiki Kualitas Blog ini. Terimakasih. Tuhan memberkati.