Powered By Blogger
Home » , , , , , , , , , , , , , , , » MEMANDANG DARI PERSPEKTIF TUHAN

MEMANDANG DARI PERSPEKTIF TUHAN

Di tulis Oleh sr daniel budiman pada Jumat, Mei 29, 2009 | 5/29/2009 11:09:00 AM

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” (Filipi 4:6)

Keadaan adalah sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan. Ia ada dan hadir dalam kehidupan kita sebagai perpaduan antara penggalan peristiwa dan respon manusia. Ketika ia hadir dan terjadi,, tugas kita secara alamiah adalah meresponnya. Respon kita terhadap keadaan akan mengkondisikan kita untuk masuk ke dalam siatuasi yang baru. Demikian seterusnya, siklus kehidupan kita. Keadaan terkadang hadir dalam wujud yang manis dan menyenangkan. Di situlah kita tersenyum, mungkin juga tertawa bahagia. Ia hadir dalam wujud kesuksesan, prestasi gemilang, kehadiran orang-orang yang kita cintai. Terkadang keadaan juga hadir dalam wujud yang menyakitkan, dan tidak menyenangkan. Ia hadir dalam wujud kegagalan kita, ataupun ketika kita kehilangan orang yang kita cintai.

Dengan kata lain, keadaan adalah situasi kehidupan yang terus berubah secara dinamis. Apakah ini akibat dosa ? Tentu saja. Tetapi dosa bukanlah jawaban untuk sebuah entitas yang bernama keadaan. Keadaan adalah sebuah aksioma (sesuatu yang tidak bisa dibantah keberadaannya), dari sebuah realitas kehidupan. Kehidupan pastilah selalu dinamis. Dinamika adalah tanda adanya kehidupan. Selama kita masih hidup, pastilah selalu ada dinamika. Adanya dinamika, menuntut kita untuk merespon. Respon kita telah melahirkan keadaan yang baru. Demikian seterusnya. Inilah kehidupan.

Jika demikian, mengapa ada keadaan yang kita anggap buruk ? Baik atau buruknya keadaan berada di luar jangkauan kita. Apa yang akan terjadi dengan kita bukan ditentukan oleh keadaan yang terjadi, tetapi terletak pada bagaimana kita memandang dan merespon keadaan itu. Itu berarti, yang menjadi masalah sekarang adalah bagimana kita meresponi keadaan itu yang menentukan. Dalam konteks inilah, kita ingat bagaimana nasehat Paulus kepada jemaat di Filipi, yang berada dalam keadaan yang kurang menyenangkan; ketika ada perseteruan internal di sana. Adanya perselisihan ataupun perseteruan, pastilah keadaan yang tidak menyenangkan bukan ? Kita tidak dapat menjalani kehidupan ini dengan nyaman ketika kita berada dalam keadaan yang tidak harmonis. LAntas bagaimana kita harus bersikap ? Ingatlah nasehat Paulus, agar kita tidak kuatir akan apa yang terjadi, tetapi menyatakan segala keinginan kita kepada Tuhan. Apa artinya ? Berdoakah ? Ya, tetntu saja berdoa. Tetapi doa macam apa yang kita panjatkan ? Lebih tepatnya, apa yang kita sebut doa ?

Dalam konteks nasehat ini, bagi Paulus doa bukanlah sekedar sebuah ritual belaka. Doa berarti ketika kita mengalihkan fokus kita dari memandangi persoalan kita dengan perspektif kita, menjadi memandang persoalan kita dari perspektif kasih Tuhan secara universal. Artinya, kasih Tuhan kepada kita berada dalam bingkai kasih Tuhan kepada seluruh umat manusia, dan bahkan alam semesta. Jadi, ketika kita memandang persoalan yang tengah kita alami dalam perspektif kasih Tuhan secara menyeluruh, di situlah kita akan merasakan indahnya kasih dan karya Tuhan, sekalipun itu tidak mengubah keadaan menjadi lebih baik seperti yang kita mau, tetapi setidaknya kita dapat tetap merasakan kasih Tuhan dalam keterpurukan kita. Bukankah seorang pedagang es pastilah berdoa agar musim kemarau lebih panjang agar dagangannya laku, bukan ? Lalu bagaimana dengan petani ? Pastilah pada saat yang sama dia berdoa agar musim hujan segera turun agar tanaman padinya tidak mengalami kekeringan, bukan ? Bagaimana Tuhan harus menjawab doa mereka ? Di sinilah persoalannya, ketika masing-masing fokus pada kebutuhan dan persoalan mereka, perubahan musim akan menjadi pertanda pudarnya kasih Tuhan. Bagi pedagang es, musim hujan yang datang lebih awal, akan dimaknai Tuhan tidak menjawab doanya. Sementara bagi petani, musim kemarau yang panjang dan terlambat datangnya musim hujan, akan dimaknai Tuhan mengabaikan doanya.

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda Untuk Memperbaiki Kualitas Blog ini. Terimakasih. Tuhan memberkati.

Bacaan Untuk Parenting Guide

post populer

Comment

 
Support : veodera | veodera | veodera
Copyright © 2013. danielbudiman - All Rights Reserved
Created by Creating Website Published by Template
Proudly powered by Blogger