Pada suatu saat seorang pria pergi ke seorang psikiater dengan keluhan, ia merasa dirinya berubah menjadi seekor tikus, akibatnya setiap kali melihat kucing selalu ketakutan. Ia pun mendapatkan terapi selama beberapa waktu, hingga akhirnya dia dinyatakan sembuh. Ketika akan pulang, sekali lagi psikiater mengkonfirmasikan bahwa pasien itu bukanlah tikus, tetapi manusia. Pria itu pun mengatakan: “Ya, saya adalah manusia” Tetapi beberapa saat ia berdiam diri di depan pintu ketika ia melihat ada seekor kucing di depan ruang praktek psikiater tersebut. Psikiater itupun bertanya, kenapa tidak beranjak juga. Dengan sedikit keraguan, pria itu berkata: “Dokter, saya tahu sekarang bahwa saya adalah manusia. Tetapi apakah dokter juga sudah kasih tahu kucing itu bahwa saya manusia ?”
Apa yang dialami pria itu, mengingatkan kita betapa ketakutan yang ia rasakan bukanlah sesuatu yang memang ada di luar dirinya, tetapi muncul justeru dari dalam dirinya. Ia merasakan ketakutan bukan karena ia telah berubah menjadi seekor tikus, tetapi, ketakutannya lah yang telah menjadikannya begitu. Dengan kondisi demikian, sudah barang tentu ia tidak dapat menjalani hidupnya secara wajar, bukan ? Baginya kehidupan dengan segala permasalahnnya memiliki banyak sekali alasan untuk membuatnya berada dalam ketakutan senantiasa. Ketakutan telah membuatnya tidak dapat menikmati hidup ini.
Itulah yang Paulus maksudkan ketika ia menasehati Timotius dalam ayat. 7, yang Tuhan berikan adalah roh yang membangkitkan kekuatan, bukan roh ketakutan. Kekuatan itulah yang Timotius butuhkan untuk dapat menjalankan tugasnya, dan terlebih lagi agar ia dapat menjalani hidup sebagai orang Kristen. Kita tidak akan pernah dapat merayakan hidup ini, jikalau roh ketakutan itu tetap menguasai kita. Tuhan sudah berikan kita modal untuk kita dapat merayakan hidup, Ia berikan kita Roh yang membangkitkan kekuatan. Ingin merayakan hidup ini dan menikmati segala keindahannya ?


0 komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda Untuk Memperbaiki Kualitas Blog ini. Terimakasih. Tuhan memberkati.